Penang : Jalan, Makan, Santai

Penang, menjadi salah satu kota favorit saya di Negeri Jiran Malaysia, dalam benak beberapa orang kota ini adalah jujukan untuk berobat, dengan fasilitas yang lebih lengkap dan harga nya yang lebih murah dari Singapura tempat ini banyak menjadi referensi tujuan pengobatan bagi masyarakat Indonesia khususnya yang tinggal di Medan.

Cukup dengan menempuh jarak 45 menit dari Bandara Kualanamu menggunakan pesawat, kita sudah sampai di kota ini tentunya dengan biaya tidak kalah murah untuk kesana.

Kota ini menjadi favorit saya untuk sejenak melupakan penatnya pekerjaan yang ada di kantor, berangkat Jumat pulang Minggu hanya sekedar untuk berkunjung dan menikmati suasana tenang kota ini, bagi saya kota ini memiliki berbagai pilihan kuliner menarik dan sudut yang menyenangkan untuk sekedar relaks dari kehidupan kota besar.

Kunjungan pertama saya sekitar tahun 2012, waktu itu saya ditempatkan di Pangkalan Susu yang berjarak 100 km dari kota Medan, Sumatera Utara. Saya memilih Georgetown sebagai tempat peristirahatan yang juga dinobatkan UNESCO sebagai World Heritage Site.

Dari bandara, dengan menggunakan Rapid Bus ke arah Komtar, siapkan uang pecahan kecil karena saat pertama kesini, saya terpaksa harus merelakan pecahan nominal besar yang saya punya untuk membeli tiket sekali jalan dengan sistem uang pas :(

Perjalanan ke Komtar memakan waktu sekitar 45 menit, dengan perasaan senang karena rasa penasaran terhadap kota baru yang akan saya kunjungi.

Komtar merupakan stasiun bus besar yang menghubungkan Rapid Bus ke berbagai destinasi, mirip seperti Trans Jakarta, jalur bus ini juga menghubungkan ke beberapa destinasi wisata yang bisa menjadi pilihan untuk dijelajahi.

Saat kali pertama itu, kami menginap di daerah Lebuh Chulia, tepatnya di Love Lane atau Lorong Cinta, di daerah ini memang banyak sekali hunian yang disewakan sebagai hostel kepada para backpackers yang datang dari seluruh dunia, biasanya mereka baru saja tiba dari Thailand (melalui Phuket dan Hat Yai) atau juga baru tiba dari Kuala Lumpur sebagai salah satu bandara persinggahan AirAsia, beberapa kali saya menemukan mobil dari Thailand yang bersliweran di daerah sini, kabarnya orang Thailand lebih suka berwisata juga disini dan memang ada izin khusus untuk kendaraan roda empat mereka.

Tanpa perlu berlama - lama, berikut beberapa review pribadi mengapa kota ini layak dikunjungi lagi dan lagi.

Kota Tua : Georgetown

Daya tarik para wisatawan berasal dari tempat ini, bagaimana tidak, daerah ini memiliki beberapa spot menarik untuk dikunjungi, sebut saja mural pada dinding yang dilukis dengan menarik dan tersebar di penjuru daerah ini, tak lupa juga beberapa sejarah mengenai suatu jalan / lorong di daerah ini dibuat dalam bentuk seni rupa yang menarik, sempat terpikir untuk membuat Amazing Race untuk menemukan sebanyak-banyaknya mural dan seni rupa jalanan dengan waktu yang ditentukan.

Disarankan berjalan kaki untuk menikmati sudut daerah ini, walau terik matahari cukup menyengat di siang hari tapi tidak menyurutkan niat untuk menjelajahinya, nah. hampir terlupa bahwa Penang juga mempunyai CAT Bus, Free Hop and Hop, tapi tentu saja melewati beberapa rute tertentu.

Selain seni rupa jalanan, daerah ini menjadi jujukan bagi wisata religius, terdapat beberapa Gereja, beberapa Masjid, beberapa Kuil India maupun China yang tersebar dan terbuka untuk umum.

Cukup dengan membawa peta gratis (yang dapat diambil gratis saat mendarat di Airport Penang), kita bisa menentukan akan mengunjungi mana saja di daerah ini. Sehari tidak akan cukup! Karena beraneka obyek wisata yang bisa kita kunjungi di daerah Georgetown ini.

Me and Georgetown

Queue with Mural "Childs on Bycycle"

Swing Swing Swing

Kungfu Girl

Georgetown Old Town

Open your Map and Go Explore

Chinese New Year

Chinese Street Opera

Wisata Kuliner

Setiap berkunjung ke suatu daerah, saya tidak pernah melupakan untuk mencicipi hidangan daerah setempat, ada beberapa tempat yang selalu menjadi favorit saat mengunjungi kota ini, berikut Listnya.

1. Restoran Kapitan di daerah Litle India

Restoran ini sekarang berwarna Kuning terang, sehingga tidak akan terlewat saat kita melintas di daerah Litle India, terletak di ujung jalan, restauran bergaya India ini menyajikan Nasi Briyani favorit saya dan tentu saja Teh Tarik Ais.


Mutton Briyani

2. Sop Lidah Hameed

Terletak di daerah Jalan Muntri (bisa diakses dengan CAT), restoran ini biasa saya datangi di malam hari, saya paling suka menu Sop Lidah yang dimakan dengan roti tawar.

Yummy !!
3. Ais Kacang

Ais Kacang favorit saya terletak di seberang mural anak kecil yang sedang bersepeda, di tempat ini kita bisa duduk sejenak dan menikmati hidangan lokal ala Malaysia, dan tentu saja menghilangkan dahaga karena lelah dan teriknya matahari.

3 Ringgit saja

4. Pasembur / Rojak

Ada beberapa yang jual, tetapi saya biasa duduk untuk makan ini di sekitar Fort Cornwalls sambil memandang ke laut lepas.

Olahan Ikan dan Digoreng lalu disiram dengan Saos Manis

Jika dibandingkan dengan Kuala Lumpur, biaya hidup di Penang jauh lebih murah, walaupun mereka juga merupakan daerah wisata, sehingga kita tidak akan pernah puas untuk mencoba berbagai makanan yang tersedia disini dan juga berkeliling kota Penang.

Saya paling menyukai kehidupan malam hari di tempat ini, beberapa kali saya tinggal di hostel yang mempertahankan bangunan tua mereka, dan itu keren.

Lampu - lampu berwarna kuning yang temaram menambah suasana hangat di daerah ini dan inilah yang membuat saya begitu mencintai daerah ini.

Sebenarnya banyak beberapa obyek wisata di luar daerah Georgetown yang bisa kita kunjungi, baik dengan menggunakan bus maupun menggunakan motor sewaan.

Saya punya pengalaman menarik saat menyewa sepeda motor di Georgetown, si empunya berkata kepada kami saat itu, bahwa tidak perlu SIM untuk berkeliling kota ini (mungkin lebih tepatnya berkeliling Georgetown) cukup tunjukkan SIM Indonesia maka kita akan aman-aman saja, yaa.. karena mungkin banyak juga jasa penyewaan motor scooter di daerah ini.

Saat itu, kami memutuskan untuk berkelana lebih jauh, berkelana melintasi jembatan sepanjang 13,5km yang menghubungkan Bayan Lepas di pulau Penang dan Seberang Prai di daratan Malaysia. 


Pagi hari, belum mandi, dengan baju semalam kami segera memacu sepeda motor kami ke arah jembatan tersebut. Sebenarnya saat itu saya sudah punya feeling kurang baik tentang keputusan ini, tapi karena alasan penasaran jadilah juga kami nekat kesana.

Saat melintasi jembatan, teman saya Arza berteriak kegirangan di atas jembatan, tapi hati saya tidak tenang karena saya sering mendapatkan perasaan seperti ini dan selalu saja akan terjadi sesuatu, saya tidak ingin mengganggu euforia yang dirasakan Arza, saat itu jembatan ini menjadi jembatan terpanjang yang pernah saya lewati setelah Jembatan Suramadu. Kami berhasil melewati satu sisi jembatan ini, sempat kami terpana melihat Stasiun Pengumpul Minyak milik Petronas dan memandang dengan kagum.

Masalah terjadi saat kami akan kembali ke Georgetown, karena jembatan ini adalah satu-satunya jalan (yang kami tahu), jadi mau tidak mau kami harus menempuh jalan yang sama dengan saat kami berangkat, tak berapa lama kami melewati gerbang, ada pemeriksaan sepeda motor, IYA! Polisi Diraja Malaysia sedang melakukan operasi terhadap sepeda motor yang akan melintas di jalan tersebut.

Mau tahu rasanya? sudah deg - deg an, karena hari itu adalah hari terakhir kami di Penang, dan besok harus bertolak kembali ke Indonesia, banyak pikiran aneh-aneh kami, dari nggak bisa pulang sampai kena deportasi, dicekal hingga di blacklist. 

Tapi Arza cukup santai, aku cuma diam-diam sambil berdoa dalam hati, DAMN! Pertanda nggak enak sepanjang pagi hari ini akhirnya terjadi juga >.<

Dengan mengeluarkan SIM C milik Arza, diserahkan kepada Polisi Wanita yang berjaga, kita bilang bahwa kata empunya motor kami boleh pake SIM ini, ditunjukkanlah SIM A juga, untuk membedakan bahwa beda SIM antara mobil dan motor, lebih untuk menguatkan bahwa kami adalah masyarakat yang taat hukum, berhasil? TIDAK!

Polisi Wanita ini berpaling kepada teman Polisi Laki satunya, mereka berdua masih muda, mungkin baru lulus dari Akademinya, si Polisi Laki ini malah mengangkat bahu dan disuruh menemui atasannya lagi. Lemas. Saya beneran lemas, menghadapi Polisi Diraja Malaysia yang terkenal garang, kami diajak ke tempat bos nya bertugas.

Seorang lelaki umur 40 tahunan, sedikit berisi, dan berkumis tebal. GLEK! Ini saja sudah bikin saya jiper, tapi dengan tenangnya Arza melontarkan salam kepada beliau. Assalamualaikum! dan dijawab oleh beliau, namanya Ahmad dan Arza memanfaatkan situasi tersebut.

Arza menjelaskan segala sesuatu, kesana kemari ngeles T__T, saya cuma bisa manggut-manggut sambil nambahin dikit-dikit, karena kalau saya ikutan ngomong bisa jadi makin bertambah parah situasinya. Saya melihat ke sekeliling, ada seorang TKI yang juga sedang kena tilang, apa nggak tambah jiper saya kan perasaan campur aduk ini. Hahaha..

Akhirnya pada satu titik, setelah semua argumen kita sampaikan, termasuk bagaimana empunya motor bilang kita boleh pergi dimanapun di Penang ini, hingga memastikan bahwa kita tidak akan menggunakan motor lagi - karena besok kami akan pulang ke Indonesia.

Mr. Ahmad yang berkumis dan galak ini masih menimbang-nimbang, membolak-balik SIM C Arza dan melihat kami yang masih kepet ini belum mandi, hingga akhirnya berkata. "Ok Lah!" sambil menyuruh kami pergi.

Wuuaaahhhh !!! Rasanya saya ingin teriak saat itu juga, tapi jaim dan segera cabut dari tempat itu sebelum polisinya berubah pikiran, sejenak bad feeling saya lenyap saat itu juga, dan saya merasa tenang kembali.

Baru setelah itu saat perjalanan kembali ke Georgetown saya bisa teriak-teriak kegirangan di atas jembatan, luapan kejadian nekat yang barusan kami alami. Ya, kami berhasil selamat melewati Polisi Diraja Malaysia! *bangga*, langsung kami kembali ke Hostel, mengembalikan motor dan kapok jauh-jauh dari Georgetown.

Yaaa, inilah. Pengalaman yang kita rasakan selama perjalanan kita, menjadi cerita tersendiri yang dapat kita bagi ke orang lain, suatu saat nanti. Dan kubagikan cerita ini kepada kalian sekarang, sehingga kalian bisa tahu betapa aku menyukai tempat ini.
Previous
Next Post »

1 comments:

Click here for comments
Feri Nigam
admin
30 August 2016 at 14:41 ×

rekomen nih penang
masuke list lagi :D

Congrats bro Feri Nigam you got PERTAMAX...! hehehehe...
Reply
avatar