Ada Salju di India, loh!

"Ngapain sih ke India?”

“Emang aman disana?”

“Pasti jorok!”

Begitulah selentingan - selentingan yang selama ini saya dengar, hingga “katanya” begini “katanya” begitu di India sana. 

Demi membuktikan (dan juga mematahkan), beberapa pandangan “katanya” serta memuaskan hasrat jalan-jalan yang saya miliki. Akhirnya diputuskanlah India sebagai destinasi wisata selanjutnya.

Pada awalnya memang saya belum terlalu tertarik berkunjung ke India, bukan karena hembusan informasi yang belum tentu akurat, cuma Negara ini tidak menjadi prioritas utama pada daftar Negara yang harus aku kunjungi dalam waktu dekat.

Namun karena Nyai, begitu antusias dengan Negara ini, akupun memutuskan untuk merancang perjalanan ini demi mewujudkan mimpinya zaman SD kala itu saat melihat Taj Mahal di buku Geografi dan Sejarah.

Salju, sebenarnya inilah tujuan utamaku saat mengunjungi India, memang banyak sebagian orang tidak mengerti bahwa India adalah negara yang mengalami musim Dingin pada beberapa provinsinya.

Melalui buku yang saya baca beberapa tahun yang lalu, jika saya ke India, tujuan utama saya adalah mencari salju di Kashmir, itulah yang membuat saya paling semangat. Saya ingin menjilat salju!

Adalah Kashmir, sebuah daerah “terpinggirkan” seperti yang sudah saya ceritakan pada postingan  sebelumnya. Tempat ini memiliki daerah yang disebut sebagai Gulmarg.

Pada musim dingin seperti saat kami datang di bulan Februari, suhu di Kashmir saat malam bisa mencapai minus dua derajat, sedangkan di pagi-siang hari minimal sepuluh derajat.

Perjalanan kami ke Kashmir menggunakan mobil sewaaan seharga 1800 INR (yang disewa harian), kami mulai meninggalkan Kashmir sekitar pukul 0900, sehingga diharapkan dapat sampai sekitar pukul 1100 atau 1200 jika jalur padat.


Karena musim dingin bukanlah musim favorit bagi kebanyakan orang, dan hari itu adalah Senin, jadi tak banyak kemacetan yang kami alami.

Tariq, driver kami mencoba menawarkan jasa guide oleh temannya, katanya sih untuk menghindari scam dan bisa diajak menemani perjalanan kita. Sebenarnya kita tidak terlalu perlu membutuhkan guide, tapi karena kami sedang malas berdebat akhirnya kami putuskan untuk memakai jasanya, dengan bayaran 800INR.

Sampailah kami di salah satu hotel persinggahan, sekaligus menjadi tempat kami mencoba boot dan coat sewaan. Ternyata peralatan perang yang menempel di badan tidak cukup untuk menahan hawa dingin yang masuk, sehingga kami memutuskan untuk menyewa paket peralatan perang yang lebih tebal dan membuat kami hangat. Harganya sekitar 250 INR.

Suasana Salah Satu Hotel di Gulmarg

Jalan Menuju Pintu Masuk Gondola Gulmarg

Disinilah saya ingin mematahkan pernyataan “Jangan sewa Coat, pasti bau banget!” karena ternyata, coat yang kami sewa tidak menimbulkan bau-bau aneh seperti “katanya” orang-orang itu, kami malah nyaman dengan lapisan ini, hangat dan membuat kami semakin semangat, walau penampilan sudah mirip karung beras karena baju berlapis yang kami pakai.

Mungkin banyak di antara kita yang juga bertanya-tanya, kalau cuma liat salju saja, kenapa harus ke India sih? di tempat lain kan banyak, ada Jepang dengan Sapporo atau Gunung Fuji nya, atau langsung saja sekalian ke Eropa.

Nahhh, rasa penasaran kami lainnya, karena Gulmarg memiliki Gondola yang di klaim sebagai satu di antara yang tertinggi dan terbesar di Asia, yang terbagi menjadi 2 Phase yang menghubungkan Gulmarg - Kongdoori hingga Apharwat dengan tinggi 13,400 kaki di atas permukaan laut, nah! inilah alasannya.

Sebenarnya, jika kita tidak berminat menggunakan Gondola ini, kita tetap bisa menikmati salju, tapi untuk apa jauh-jauh kemari jika tidak menyempatkan menikmati wahana kebanggaan masyarakat Gulmarg.

dan ternyata di Phase 1 terdapat restoran terenak dengan hidangan lezat yang pernah kami cicipi selama di India.

Harga tiket Phase I  adalah 700 INR, sementara tiket Phase II adalah 900 INR.

Phase I adalah tempat favorit para wisatawan karena mereka bisa belajar menggunakan papan luncur / ski, serta memiliki hamparan salju yang dengan pemandangan bukit putih yang menawan.
Wajah Sumringah Kesampaian Liat Salju
Penampilan Phase I
Pemandangan dari dalam Gondola (Phase I ke Phase II)


Phase II biasanya digunakan oleh para wisatawan sebagai jalur mulai meluncur, tersedia kereta khusus bagi mereka yang ingin memacu adrenalinnya melalui olahraga ini.

Kebahagiaan saya tak dapat dibendung, akhirnya salah satu mimpi melihat, menyentuh dan merasakan salju kesampaian juga, walau dingin menusuk ke dalam tulang, terutama kadang angin berhembus membuat kami semakin menggigil.

Jilat Jilat Jilat


Saaalljjuuuuuuuuuu
Kami tidak dianjurkan berlama-lama di Phase II, karena selain lebih dingin, memang tidak banyak wisatawan yang berlalu lalang disini, kadar oksigen yang semakin tipis di ketinggian ribuan kaki sempat membuatku engap, ditambah perut yang keroncongan karena lapar, dan semangat karena senang. Setelah puas foto-foto di tempat ini, kami memutuskan untuk kembali ke Phase I dan yang tidak bisa ditolak : makan siang.

Pak Yudi dan Nyai - Pasca Wedd di Phase II


Nyai dan Pemuda Lokal dengan baju khas Kashmir - Pheran


First Experience

Setelah makan siang kami yang barbar, lanjutlah kami menikmati Phase I untuk berfoto-foto, tadinya kami sudah menyiapkan tulisan di Ipad (niatnya supaya hemat kertas dan tinta), cuma karena terlalu asyik sendiri, kami tidak sadar bahwa matahari semakin tinggi, dan warna pada layar tidak bisa tertangkap kamera. Ujung-ujungnya, tetap kertas dan bolpoin lah yang juara.

Mutton Apalah Apalah Pokoknya Enak Banget 1
Mutton Apalah Apalah Pokoknya Enak Banget 2


Kashmir Tea


Saya dan Kak Diah sempat bermain snowball-warr, mendadak lupa umur, tapi karena menyenangkan, ya kami cuek aja.. hehe..

Tangsis Kapan Main Salju Bareng??


Happy Bday Mom from Gulmarg

Snowball Warr !! 
Setelah puas mengambil foto, pegang, jilat, lempar salju, perut kenyang dan tubuh kedinginan sekaligus kelelahan, kami memutuskan kembali ke kota Kashmir. Jika banyak orang menyebut bahwa tempat ini adalah serpihan Surga yang jatuh ke bumi, maka kami beruntung karena bisa merasakannya. Gulmarg dan Kashmir telah membuat kami jatuh cinta!

Tertarik mengunjungi tempat ini?
Previous
Next Post »